Halaman

Bolehkah Aqiqah anak setelah hari ketujuh ?


Creamlin Blog. Bolehkah Aqiqah anak setelah hari ketujuh, karena tidak mampu melakukan dan keterbatasan ekonomi. 

Menjadi kaedah dalam beribadah adalah adanya nash perintah yang menunjukan hal tersebut. Berikut penjelasan tentang Bolehkah Aqiqah setelah hari ketujuh. Semoga menjadi salah satu referensi bagi orang tua yang belum memiliki kemampuan untuk Aqiqah anak tercinta.

Sudah menjadi sunnah dalam islam, syariat Aqiqah sebagaimana Hadits dari Rasulullah Shallallahu alahi wasallam

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى


Setiap anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh (dari kelahirannya), ia dicukur dan diberi nama [HR Abu Dâud rahimahullah dan dinilai shahih oleh al-Albâni rahimahullah dalam Irwâ’ul Ghalîl no. 1169].

Pada dasar nya Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah berupa anak. Permasalahannya adalah ketika kemampuan melakukannya baru bisa dihari lain juga diperbolehkan sebagaimana hadits  Sulaiman bin Amir Radhiyallahu anhuma

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى


Bersama anak bayi ada aqiqah, sehingga sembelihlah sembelihan dan hilangkan gangguan darinya (mencukurnya). [HR al-Bukhâri no. 5049].


Dalam madzhab Hambali dan pendapat ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma dan Ishâq bin Rahawaih rahimahullah dinyatakan bahwa bila tidak bisa disembelih pada hari ketujuh, maka boleh disembelih pada hari keempat belas dan bila tidak bisa maka disembelih pada hari keduapuluh satu. Apabila disembelih sebelumnya atau sesudahnya juga sah karena tujuan penyembelihan terwujud dengannya.

Adapun madzhab Syafi’iyah menegaskan bahwa aqiqaah tidak gugur dengan sebab tertunda, namun disunnahkan untuk tidak menunda penyembelihan aqiqah hingga memasuki usia baligh. [lihat al-Mughni 9/364 cetakan Darul Fikr].

Sumber : creamlin blog seputar catatan mas ahya
Referensi : Nabawi TV, konsultasisyariah.com
Read More

Merugilah yang tidak memiliki Niat Mati Syahid


Creamlin Blog . Kesempatan kali ini akan berbagi betapa penting nya memiliki memiliki niat untuk mati syahid ketika ahir hayat nya. Karena merugilah yang tidak memiliki Niat Mati Syahid
 Perlu kita ketahui bahwa syahid itu tidak semata_semata hanya berperang melawan orang kafir seperti yang sudah kita ketahui. Meskipun pada hakikinya mati Syahid yang utama ditujukan kepada yang gugur di medan perang dalam rangka menegakkan Agama Allah SWT. 
Jika Syahid hanya diartikan gugur dimedan tentu akan memunculkan kelompok_kelompok yang akan membuat kekacauan. 
Karena Rahmat Allah SWT atas umat ini kita bisa mendapatkan fasilitas syahid ini berikut adalah dalil nya semoga memberikan semangat untuk syahid
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah syahid menurut kalian?”
‘Orang yang mati di jalan Allah, itulah syahid.’ Jawab para sahabat serempak.
“Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku hanya sedikit.” Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
‘Lalu siapa saja mereka, wahai Rasulullah?’ tanya sahabat.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammenyebutkan daftar orang yang bergelar syahid,
مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).
Dalam hadis lain, dari Abdullah bin Amrradhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid.” (HR. Bukhari 2480).
Dalam hadis lain dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
“Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.”(HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan Al-Albani).
Ketika mejelaskan hadis daftar orang yang mati syahid selain di medan jihad, Al-Hafidz Al-Aini mengatakan,
فهم شُهَدَاء حكما لَا حَقِيقَة، وَهَذَا فضل من الله تَعَالَى لهَذِهِ الْأمة بِأَن جعل مَا جرى عَلَيْهِم تمحيصاً لذنوبهم وَزِيَادَة فِي أجرهم بَلغهُمْ بهَا دَرَجَات الشُّهَدَاء الْحَقِيقِيَّة ومراتبهم، فَلهَذَا يغسلون وَيعْمل بهم مَا يعْمل بِسَائِر أموات الْمُسلمين
“Mereka mendapat gelar syahid secara status, bukan hakiki. Dan ini karunia Allah untuk umat ini, dimana Dia menjadikan musibah yang mereka alami (ketika mati) sebagai pembersih atas dosa-dosa mereka, dan ditambah dengan pahala yang besar, sehingga mengantarkan mereka mencapai derajat dan tingkatan para syuhada hakiki. Karena itu, mereka tetap dimandikan, dan ditangani sebagaimana umumnya jenazah kaum muslimin.” (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128).
Sumber artikel : Creamlin Blog by Seputar catatan Mas Ahya
Referensi : konsultasisyariah.com

Read More

Pacaran sama saja hancurin Hidup I Nasehat ust Yusuf Mansur


Creamlin Blog. Zina itu pangkal kegelapan dan kesengsaraan hidup didunia dan akherat. Pacaran itu juga salah satu jalan zina yang bisa mengantarkan seorang manusia menuju zina besar. coba kita liat kengerian akibat zina di dunia dan akhirat?  orang tua pun bisa mendapat akibat siksa atas zina pacaran yang dilakukan anak nya

Nah ini catatan Creamlin blog atas Transkrip Ceramah ust Tusuf Mansur betapa ngeri, jeleknya akibat Zina. Semoga bisa jadi pelajaran untuk kita semua

Hati-hati ye, Mahasiswa-mahasiswi ye, jangan sampai pingin sekolah tinggi, nikahnya telat, tapi, udah main-main. Hancur hidup ente! Anak muda itu, kalau sudah berzina, hancur hidupnye! Bener! Kalau ente pingin tahu bagaimana rasanya dihancurin Allah, berzina aja. Iya! Biar tahu rasanya kayak apa. Makanya, jangan macem-macem. Kalau jadi mahasiswa atau mahasiwi, yang baik-baik. Kalau emang pacaran, pakai sarung tinju. Jadi gak sempat pegangan. Kalau emang naik motor berdua sama pacar, pakai triplek.

Bener-bener, nih. Jaga betul, jaga betul. Sebab, nih ya, anak-anak sekarang ini kelakuannya masya Allah, contohnya televisi. Contohnya televisi. Jadi, pegangan tangan sudah tidak apa-apa. Cium pipi kanan-pipi kiri; gak apa-apa. Padahal, bahayanya itu na’udzubillah…

Itu kalau laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim pegangan tangannya, ibunya itu-nanti di dalam kubur-dibawain batu neraka oleh malaikat Zabaniyah. Lah, malaikat Zabaniyah kan tempatnya di neraka, tapi bisa naik tuh ke kuburan (seraya) membawa kerikil. Kerikil (tersebut) sudah dipanasin di neraka berjuta-juta tahun. Kerikil tersebut diletakkan di telapak tangan ibunya, lalu si ibu disuruh menggenggam. Gara-gara menggenggam batu tersebut, ubun-ubun (otak) ibunya hancur. Itu merupkan siksa yang paling rendah bagi seorang ibu (orang tua) jika anaknya berzina.

Makanya, Bu, penting ngasih tahu ke anak, “Sini, nak. Kamu sayang atau tidak sama Emak? Kalau sayang, jangan sampai kamu dipegang oleh orang lain, kecuali suami kamu nanti.”
Bener itu!

Nah, kalau si anak benar-benar berzina, (siksanya) lebih kejam lagi.
Ibu-ibu yang sudah di alam kubur, malaikat Zabaniyah itu naik (ke alam kubur) dengan membawa tombak enam belas mata. Tombak tersebut dihujamkan ke tubuh si mayit (yang anaknya berzina). Hal itu merupakan balasan kepada orang tua karena tidak mendidik anak hingga sampai berzina.

Ibu (yang di alam kubur) bisa mengutuk si anak, “Gak ridha saya. Anak saya mempersembahkan perbuatan buruk!”

Kutukan ibu di alam kubur itu yang membuat si anak hidup susah di dunia sehingga; mencari kerja gak ketemu, begitu kerja tidak cukup, ketika usaha berhutang.

Itu, jawabannya cuma satu; tuubuu illallah, bertaubat kepada Allah.

Serem. Serem. Makanya, jangan main-main! Jangan pacaran! Gak ada judulnya pacaran. Gak ada! Pacaran islami, gak ada! Gak ada pacaran islami! Bener! Gak ada!
Subhanallah deh… Mendingan kita sehat dan selamat daripada urusannyaribet.
Nah, orang-orang ini sekarang sudah tidak belajar urusan ribet. Yang dipelajari hanya urusan enak, tapi urusan ribet tidak dipelajari.

Mudah-mudahan jadi ingetan. Jadi, pas mau dipegang sama pacarnya, (si anak akan bilang), “Maaf, Bang. Gak, Bang. Ntar daripada Emak ane susah. Jadi, kalau Abang mau, lamar aja, Bang.”
Se

Semoga anak kita dan keluarga kita terhindar dari fitnah Zina. Aamin
Sumber
Read More

keuntungan sesuai dengan resiko yang diambil


Assalamualaikum pembaca creamlin blog yang budiman. Ternyata keutungan sesuai dengan resiko yang diambil. Jika kita berpikir kok gak untung ya...?
Berarti resiko nya kita ambil tidak selaras dengan keuntungan sebagaimana pemaparan kaedah berikut ini.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

وَلاَ رِبْحُ مَا لَمْ يُضْمَنْ

“Tidak boleh ada keuntungan tanpa menanggung resiko kerugian.” (Ahmad 6831, Nasa’i 4647, dan dishahihka al-Albani)

Kemudian hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْخَرَاجُ بِالضَّمَانِ

“Hasil keuntungan itu sebagai ganti dari resiko yang dia tanggung.” (Ahmad 24956, Nasai 4507, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada sahabat yang membeli budak. Setelah dipekerjakan beberapa hari, pembeli melihat ada cacat di budaknya, yang tidak diceritakan oleh penjual. Akhirnya dia-pun mengembalikan budak ini ke penjual. Tapi pihak penjual tidak mau menerimanya, kecuali jika pembeli mambayar nilai sewa budak yang telah dipekerjakan di tempat pembeli selama beberapa hari.

Akhirnya keduanya mengadukan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau memutuskan, penjual harus menerima pengembalian karena cacat itu, dan pembeli tidak berkewajiban bayar biaya sewa.

Penjual belum merasa puas dengan keputusan ini, sampai mengatakan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدِ اسْتَغَلَّ غُلاَمِى

“Ya Rasulullah, dia telah menikmati ‘hasil’ dari budakku.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

الْخَرَاجُ بِالضَّمَانِ

“Hasil itu berbanding dengan tanggungan resikonya.” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Dengan jawaban ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memenangkan pembeli. Pembeli tidak berkewajiban bayar nilai sewa, karena selama budak itu ada di tangannya, keselamatan budak itu menjadi tanggung jawabnya. Karena itu, sebagaimana dia menanggung resiko keselamatan itu budak, dia juga berhak menikmati hasil dari budak itu. Hasil yang dia nikmati, terbayarkan dengan resiko yang menjadi tanggung jawabnya.

Sumber : pengusahamuslim.com o
Read More

Siapa yang cinta Tuhannya angkat tangan I Kisah Abdullah Banimah


Bismillah kesempatan kali ini Creamlin Blog akan berbagi kisah inpiratif siapa yang cinta Tuhannya angkat tangan sebuah kisah nyata Abdulah Banimah yang syarat akan nasehat untuk kita semua.
Seorang laki lemah yang hanya bisa duduk ditengah tengah orang kemudian ia berkata : 
" Sungguh aku akan menanyakan sesuatu untuk kalian..
Bukankah aku ini salah seorang teman kalian, benarkah demikian ?
“Iya…” jawab orang-orang itu
“Apakah kalian menyayangi aku dalam kondisi seperti ini?” [Hanya duduk tak berdaya] tanya pria ini..
Semua orang diam membisu.. kemudian ia ulangi lagi
“Apakah kalian menyayangiku dalam kondisi seperti ini…”…
Lalu orang-orang melihatnya, dan mengatakan,“Ya… kami menyayangimu saudaraku..”
Keadaan semakin lengang… lelaki ini melihati satu persatu orang disekelilingnya..
“Dan aku, Demi Allah, Dialah yng menjadi saksiku..Aku juga menyayangi kalian.. tetapi mungkin orang berbeda pemahaman tentang cinta saya kepada kalian atau cintanya kalian kepada saya.”
Suasana  menjadi tambah hening…
“Ohya.. aku ingin menanyai kalian lagi……
Apakah kalian mencintai Allah?” Tanya lelaki ini…
“Iya, kami mencintai-Nya..” jawab mereka..
Kemudian lelaki ini mengatakan,
“Tentu semua orang akan mencintainya, benarkan? Tidak ada yang menyangkalnya…
Aku bertanya kepada kalian, Demi Allah..untuk siapa-siapa yang mencintai Allah dengarlah ucapanku!!
Jika kalian mencintai Allah, angkatlah tanganmu.. Jika kalian mencintai Allah, angkatlah tanganmu!!”
Semua orangpun mengangkat tangannya…
“Ya Allah….” ucap lelaki itu dengan lirihnya…
“Semua orang sudah mengangkat tangannya karena cinta kepada Allah… jazakumullah khairan [Semoga Allah memberi kalian balasan kebaikan]
Allah telah menyaksikan kalian, dan melihat cinta dalam hati kalian sebelum tangan-tangan kalian..
Tetapi.. apakah kalian tidak melihat sesuatu yang mengganjal?”
Semuanya masih terdiam tanda tanya.. lalu lelaki ini melanjutkan,
“Apakah kalian tidak melihat sesuatu? coba lihatlah aku !!!
Semua telah mengangkat tangannya, benarkan?
Tetapi…
Apakah aku bisa mengangkat tanganku?”
Kemudian lelaki ini terisak-isak…“Aku tadi menanyakan kalian ‘jika kalian mencintai Allah angkatnya tanganmu’. Tetapi ternyata aku tidak bisa mengangkat tanganku.. apakah aku berarti tidak mencintai-Nya?
Menangislah lelaki ini bersama dengan orang-orang sekelilingnya…
“Tahukah kalian siapa yang yang mencegahku tidak bisa mengangkat tangan ini?
Dialah Allah yang mencegahku mengangkat tangan, dan Dia-lah juga yang membuat kalian bisa mengangkat tangan itu.
Tahukah kalian, dulu waktu aku sehat menggunakan tangan ini untuk kemaksiatan dan kenakalan. Hingga Allah menghukumku, dan aku terkena musibah seperti ini..aku lumpuh total, dan tangankupun tidak bisa ku gerakkan apalagi mengangkat tangan…
Apakah kalian mau menunggu tangan kalian sepertiku?”
Gunakanlah tangan Anda ini untuk kebaikan, selagi Allah masih memberi kesehatan dan mengizinkan tangan Anda untuk melakukan aktifitas…..
Inilah kisah Abdullah Banimah ketika masih sehat
Sebelum lumpuh total dia dulu anak bandel, pernah suatu kali oleh orang tuanya dilarang merokok, tapi dia tetap merokok dan ketahuan. Ketika di tanyai orang tuanya, dia malah membentak dng suara tinggi..
“Demi Allah aku tidak merokok”
Lalu lepaslah doa dari ayahnya maka ia berkata: “Jika kamu berdusta, semoga Allah mematahkan lehermu.”
Suatu hari ketika dia berenang bersama teman-temannya di laut. Selesai berenang di laut, mereka pergi ke kolam renang dekat pantai. Kolam renang masih dalam keadaan tertutup. Mereka memanjat pagar dan masuk ke kolam renang. Lalu Abdullah Bani’mah melompat, tapi qararullah setelah masuk ke air dia tidak muncul beberapa menit, teman-temannya bingung. Setelah diangkat dia dalam keadaan lemas, dan sekarat…
Ketika dalam kondisi sekarat inilah ia melihat plasback semua amal baik dan buruk yang menjadi motifasi untuk beramal sholeh
Lalu dia dibawa ke RS. King Fahd, dan diagnosa lumpuh total… 
Sumber Artikel: fariqgasimanuz.wordpress.com
kisahmuslim.com, pengusahamuslim.com
Read More

Doa ketika Rezki Sempit



Bismillah kesempatan kali ini Creamlin blog akan berbagi tentang Doa ketika Rezki lagi Sempit. Mengingat setiap orang pernah mengalami masa sempit rezkinya. Berikut doanya

قال الإمام الطبراني رحمه الله في معجمه الكبير :

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ بن أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن زِيَادٍ الْبُرْجُمِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بن مُوسَى، حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، عَنْ زُبَيْدٍ، عَنْ مُرَّةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: ضَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَرْسَلَ إِلَى أَزْوَاجِهِ يَبْتَغِي عِنْدَهُنَّ طَعَامًا، فَلَمْ يَجِدْ عِنْدَ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ، فَقَالَ:اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لا يَمْلِكُهَا إِلا أَنْتَ، فَأُهْدِيَتْ إِلَيْهِ شَاةٌ مَصْلِيَّةٌ، فَقَالَ:هَذِهِ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ، وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ الرَّحْمَةَ.
Dari Murrah dari Abdullah bin Mas’ud, “Nabi mendapatkan tamu. Beliau lantas mengutus seseorang untuk menemui para isteri beliau barang kali ada yang punya makanan namun ternyata tidak ada satu pun isteri beliau yang punya makanan yang bisa disuguhkan kepada tamu Nabi. Nabi lantas berdoa yang artinya “Ya Allah aku memohon kepada-Mu akan sebagian karunia-Mu dan rahmat-Mu karena sesungguhnya tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau”.
Tak lama setelah itu beliau mendapatkan daging kambing panggang. Nabi lantas berkomentar, “Ini adalah sebagian dari karunia-Nya. Kami sedang menunggu rahmat-Nya”.
Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam al Hilyah dan Thabrani dalam al Mu’jam al Kabir.

Al Haitsami mengatakan, “Diriwayatkan oleh Thabrani dan para perawinya adalah perawi kitab shahih selain Muhammad bin Ziyad al Burjumi dan dia adalah perawi yang tsiqoh. Al Albani dalam Silsilah Shahihah no 1543 mengatakan, “Sanadnya menurutku shahih”. Dalam Shahih al Jami’ no 1278 al albani juga mengatakan ‘shahih’.


Hadits di atas diberi judul bab oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf sebagai berikut:


الرَّجُلُ يُصِيبُهُ الْجُوعُ أَوْ يَضِيقُ عَلَيْهِ الرِّزْقُ مَا يَدْعُو بِهِ .

Manakala seorang itu kelaparan atau mengalami kesempitan rizki bacaan doa seperti apa yang mesti dia ucapkan”.


Demikian aortikel Doa ketika Rezki lagi sempit yang dapat diamalkan semoga banyak memberikan manfaat


Sumber :

1. www.pengusahamuslim.com
2. 

Read More

Contoh Penipuan Online Media Sosial Yang terungkap Mas Ahya

Pada kesempatan kali ini Creamlin blog akan berbagi tentang Contoh Penipuan Online Media Sosial yang Terungkap MasAhya.

Tanggal 5 April inbok ke Akun Facebook yahya sehat unntuk minta bantuan untuk menerima dana milik nya peninggalan suami untuk disimpan diindonesia untuk diri nya dan putrinya. Berikut ini kronologi kejadiannya yang sudah di dokemenkan























Profile Pelaku penipuan  Facebooknya sebagai berikut



Catatan 

1. Kronologi kejadian ini sudah diketahui semenjak awal dan dapat dipastikan setelah mengirim data pasword milik pelaku namun agar menarik Mas Ahya mencoba memberikn kepercayaan untuk memberikan data agar kronogi dapat berjalan sehingga dapat menjadi informasi bagi pemirsa creamlin blog
2. Dari dialog yang atas nama bu sri dapat dcurigai bahwa pelaku adalah seorang laki yang menggunakan alamat palsu

Update : 
Penipu online kadang mengganti photo profile di akun nya agar tidak diketahui sebagai mana kasus an Sri Gustiningsih berikut 


Pertanggal 30 Mei 2018 memulai pergerakan penipuan nya dengan sistem yang unik yakni bonus pulsa sampai dengan 250.000 dengan menggunakan web kemudian di kirimkan ke no Telp yang sudah masuk ke data mereka berikut ini data nya

Ini pengirim pesan diidentifikasi karena kemiripan wajah  dengan histori di Facebook









Demikianlah Profesi penipuan semakin disesuaikan dengan zaman jadi jangan mudah terpengaruh dengan penawaran 

Read More

Doa Dapat Merubah Karakter Siswa Menjadi Lebih Baik

Di Blog Creamlin seputar catatan mas Ahya kali saya akan menceritakan kisah tentang Doa Dapat merubah Karakter siswa menjadi lebih baik.
Berawal dari kegiatan belajar mengajar di Sekolah, pergaulan dengan siswa ada hal yang menarik untuk dibagikan pemirsa Creamlin Blog.
Seperti biasa siswa siswi sekolah memiliki karakter yang beda-beda ada yang baik, cerdas dan Bandel yang membuat banyak guru berkata 'naudzubillah'. Demikian hal nya dengan siswa saya Mas Ahya ketika diberikan Tugas Rumah tidak dikerjakan, berbagai macam alasan

" anu pak anu pak"
 "lupa pak"
 "gak sempat".

Dan alasan yang lain. Pernah juga ketika diberi Hapalan doa untuk kebaikan mereka sendiri, senantiasa diremehkan,  belum lagi sikap diruangan yah seperti anak muda sekarang yang disunetron TV.

Sempat terucap doa yang tidak baik namun tentu guru yang baik tidak demikian, karena Guru yang baik menginginkan siswa nya menjadi baik. Teringat saya akan sebuat petuah dari Guru saya

"Jadilah kalian umat yang baik minimal seperti saya atau menjadi yang terbaik".

Siapa dikalangan masa sekolah saya yang tidak tahu beliau Allahuyarham KH. Abdul Fattah Majidy pendiri Pondok Pesantern Bina Islam Tanah Grogot / Tana Paser. Kadang kami mendengar disela pembukaan pengajian yang beliau isi atau doa setelah sholat beliau berdoa

"Ya Allah jadikanlah Santri saya menjadi santri yang baik dan sampai menjadi yang terbaik".

Demikianlah akhlak beliau menyikapi santri, siswa siswi beliau yang baik dan yang buruk perangai nya sampai kadang membuat beliau marah demikian juga yang saya lakukan main petak umpet untuk menghindari ketemu beliau.

Mengingat pesan beliau untuk  ber Doa Dapat Merubah Karakter Siswa Menjadi Lebih Baik, diselang waktu doa shalat saya mencoba mendoakan mereka

"Ya Allah jadikanlah siswa saya menjadi siswa yang baik dan jadikanlah mereka yang terbaik"

Setelah beberapa bulan berselang mendekati ujian Nasional sungguh ada venomena yang langka siswa yang bandel bisa menghargai guru nya, sikapnya sopan meskipun masih ada yang urak urakan namun masih ada terlihat perbaikan.

Melihat hal demikian termenunglah saya akan venomena ini, ternyata Doa Seorang Guru / Orang tua sangat efektif untuk membantu perkembangan anak didik / anak.

Sekali lagi mari janganlah kita kikir / pelit akan doa kebaikan untuk siswa / anak/ sesama kita. Tidak membutuhkan waktu yang banyak dan biaya.
 kikir / pelit akan doa kebaikan untuk siswa / anak/ sesama kita. Tidak membutuhkan waktu yang banyak dan biaya.

Read More

ini adalah balasan Allah atas latihan sedekah Mas Ahya sebesar Rp 5000


Creamlin kesempatan ini akan berbagi cerita catatan Mas Ahya  yang judul nya ini adalah balasan Allah atas latihan sedekah Mas Ahya sebesar Rp 5000 Ceritanya menarik IsyaAllah ada beberapa pelajaran. Kemarin hari Rabu tanggal 29 Maret 2016 merupakan jam mengajar Al Quran Hadits dengan judul Larangan Kikir dan Boros, Akibat yang ditimbulkan Sifat Kikir dan Perintah Membelanjakan Harta yang dimiliki.

Merupakan materi yang berat untuk disampaikan secara teori mudah saja contoh saja sifat kikir merupakan sifat yang telah membinasakan orang sebelum kita dan merupakan sifat Setan. Demikian kebenaran adanya

Yang menarik pada sesion ini Mas Ahya mengatakan agar materi pelajaran ini tidak menjadi teori dan pengetahuan semata maka siswa dan Mas Ahya sendiri harus dipraktekan sesuai dengan kemampuan masing

Ujar Allah Dalam QS. At Taghabun ayat 16 " Bertaqwalah kepada Allah dari  kemampuan yang kalian miliki saat ini "

Sepakat Siswa dan Mas Ahya untuk menceritakan balasan Allah pada hari selasa yang akan datang atas kebaikan , sedekah yang sudah dilakukan. Karena Iman harus dilatih itu adalah prinsipnya

Creamlin akan menceritakan balasan Allah atas sedekah yang sudah dilakukan Mas Ahya sebesar Rp 5000.

Balasan Allah yang dirasakan saat latihan ini adalah balasan Allah atas latihan sedekah Mas Ahya sebesar Rp 5000 bukan pertambahan Harta namun pelajaran yang tifak bisa dinilai dengan mata uang dan berlian sekalipun. Berikut ceritanya

1. Sakit yang membawa Barakah

Allah berikan sebuah penyakit badan meriang dan kepala pusing. Senang Rasanya karena sudah tidak lama sakit dan tentu bisa merasakan rasanya ketika istri sedang sakit yang harus merawat anak dan menyiapkan kebutuhan rumah tangga kami.

2. Nasehat Ibu

Atas petunjuk Allah Mas Ahya pergi kerumah orang tua untuk minta bantuan urut menurut pengalaman meski ibu tidak begitu pandai namun rasa sanyang beliau terasa saat sentuhan pertama tangan nya. Ditengah urut beliau berujar
" wah ini ada benjolan daging kayaknya kecapean bawa istrinya kemana mana"

Sungguh kalimat bagai petir yang menyambar disiang hari tanpa mendung tandaakan hujan.

Bagaimana tidak ..
Ternyata ibu minta waktu untuk bersama untuk berkumpul sering ditengok karena beliau sudah membesarkan dan kebersamaan tersebut dirampas oleh wanita yang syah mendampingi.

Demikianlah tersirat dari lisan beliau yanf mulia

3. Kemabali kepada Allah sekarang juga

Sempat terpikir ketika subuh bagaimana sekiranya ini adalah sakit yang membawa maut.
Terpikir dengan sekita bagaimana kesalahan kesalahan yang telah dibuat.

keihlasan untuk melakukan sesuatu seharusnya karena Allah.

Seperti ketika melakukan sesuatu ketika ditanya orang dengan mudahnya kita menjawab.
Yah,,, buat iseng,,,
Yah ,,,, buat hiburan

Mengapa tak terucap
Yah,,, berharap bisa menjadi ibadah
Aduhh,,,,, bukankah kita sudah berjanji hidup mati kita untuk Allah dan penciptaan kita untuk beribadah kepada Allah.
Astahhfirullah .....

4. Hidup itu pilihan 

Bukankah bagi mereka yang perhatianya untuk kehidupan yang mapan, mapan dan mapan sehingga terucap dalam kata katanya , semoga sukses selalu ya, sehat, penghasilan melimpah ruah. Semata mata untuk kehidupan mapan nya di dunia
Mereka hanya mendapati apa yang diniatkan didunia namun tidak mendapati apa apa diakjerat kelak

Mengapa fokus kita tidak untuk hidup diakherat kelak bukan kah orang yang mengatakan ..

Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan didunia dan akherat dan jauhkan dari siksa neraka.
Bukankah mereka akan mendapatkan keduanya seperti Qs. Al Baqarah ayat 200 - 202 memberikan peringatan Mas Ahya

Sungguh berbeda dengan kebanyakan niat Mas ahya yang kadang melakukan melakukan sesuatu. Ntar hasilnya untuk bangun rumah, Bangun pesantren Tahfidz.

Sungguh pelajaran yang berarti. semua perbuatan yang kita lakukan seharusnya niat nya untuk beribadah kepada Allah azza wajalla.

Saat ini aku niatkan semua yang aku kerjakan karena ibadah pada Allah hasil nya nanti bisa bikin rumah karena bentuk ketaatan pada Allah sebagaimana semiskin miskinnya Sahabat Rasul tetap punya rumah sendiri dan untuk beribadah kepada Allah dengan membagun pesantren Rumah Tahfidz. 


Read More

Mas Ahya berlatih berenang bersama fatimah

Creamlin kali ini berbagi kehidupan Mas Ahya dalam mengajarkan sunnah berenang anak tercinta nya. Selain aktifitas yang menyenangkan hal tersebut dengan diiringi niat yang benar maka termasuk bernilai ibadah.

Berikut foto kegiatan mas ahya berlatih berenang bersama fatimah anak tercinta







Read More

Menyikapi Pertiwa Gerhana Matahari


Menyikapi Pertiwa Gerhana Matahari I Peristiwa gerhana, hanya terjadi sekali di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu yang terjadi gerhana matahari. Bertepatan dengan wafatnya putra beliau dari Mariyah, yang bernama Ibrahim. Akhirnya muncul anggapan di tengah masyarakat, terjadinya fenomena gerhana ini karena wafatnya Ibrahim, putra Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dinyatakan dalam hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan khutbah Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, matahari mulai terlihat. Lalu beliau berkhutbah kepada para sahabat. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya. Lalu beliau menyampaikan,


إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقوا

     Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah, tidak mengalami gerhana karena kematian orang besar atau karena kelahiran calon orang besar. Jika kalian melihat peristiwa gerhana, perbanyak berdoa kepada Allah, perbanyak takbir, kerjakan shalat, dan perbanyak sedekah.
Lalu beliau mengatakan,


يَا أمةَ مُحمَّد والله مَا مِنْ أحَد أغْيَرُ مِنَ الله سُبْحَانَهُ من أن يَزْنَي عَبْدُهُ أوْ تَزني أمَتُهُ. يَا أمةَ مُحَمد، وَالله لو تَعْلمُونَ مَا أعلم لضَحكْتُمْ قَليلاً وَلَبَكَيتم كثِيرا

    Wahai ummat Muhammad, demi Allah, tidak ada dzat yang lebih pencemburu dari pada Allah, melebihi cemburunya kalian ketika budak lelaki dan budak perempuan kalian berzina. Wahai Ummat Muhammad, demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku tahu, kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. (HR. Bukhari 1044 & Muslim 2127).

Menyikapi Gerhana, Bukan Sebatas Fenomena Alam

Sejak berita tentang peristiwa gerhana disebarkan di media, banyak orang mulai berfikir, bagaimana caranya bisa mengabadikan peristiwa dan fenomena gerhana itu dengan baik. Fenomena yang sangat langka, mengingat gerhana akan terjadi mendekati total, bahkan ada yang sampai lebih dari 90%. Dan itu hanya bisa dilihat di Indonesia. Bahkan diberitakan, akan ada banyak wisatawan manca negara yang datang ke Indonesia.

Terlepas dari semua rencana manusia terkait gerhana, sebelumnya kita perlu memperhatikan, sebenarnya suasana yang bagaimana yang perlu kita kondisikan ketika terjadi gerhana?

Allah menjelaskan dalam al-Qur’an,


وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Tidaklah kami mengirim ayat-ayat itu selain untuk menakut-nakuti (hamba).” (al-Isra: 59)

Yang dimaksud “ayat-ayat itu” adalah semua tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah, baik yang ada di lingkungan sekitarnya, termasuk mukjizat yang Allah berikan kepada para nabi.

Tujuan Allah menciptakan semua fenomena alam, untuk menunjukkan ke-Maha Kuasan Allah kepada hamba-Nya. Sehingga semakin menambah rasa takut mereka kepada-Nya. Termasuk peristiwa gerhana. Matahari yang demikian terang, dengan kuasa Allah bisa tertutup, sehingga suasana menjadi gelap, hanya tinggal bayangan cahaya putih yang mengitarinya.

Bagi orang kafir, mereka melihat kejadian ini tanpa pernah terbayang tentang siapa penciptanya. Mereka hanya memikirkan, ini fenomena alam nan indah, yang layak diabadikan dengan kameranya.


Berbeda dengan seorang muslim, kejadian semacam ini bukan hanya sebatas fenomena alam. Namun itu adalah peringatan agar dia semakin takut kepada Sang Kuasa. Karena mereka mengimani bahwa ini semua ada penciptanya.


Sikap semacam inilah yang terjadi pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau melihat fenomena alam. Tidak hanya peristiwa gerhana, sampaipun hanya mendung gelap, terlihat roman ketakutan di wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Aisyah menceritakan,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِيْ أُفُقٍ مِنْ آفَاقِ السَّمَاءِ، تَرَكَ عَمَلَهُ – وَإِنْ كَانَ فِيْ صَلاَتِهِ – ثُمَ أَقْبَلَ عَلَيْهِ، فَإِنْ كَشَفَهُ اللهُ حَمِدَ اللهُ، وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ : اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا


“Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam– apabila melihat mendung di ufuk langit, maka beliau meninggalkan aktivitasnya, meskipun dalam keadaan shalat, kemudian menghadap kepadanya. Apabila Allah menyingkapnya, maka beliau memuji-Nya dan apabila turun hujan, beliau berdoa, ‘Ya Allah jadikanlah hujan ini adalah hujan yang bermanfaat’.” (HR. Bukhari Adabul mufrad)
Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketakutan? Karena beliau khawatir, jangan-jangan, mendung gelap itu adalah mukadimah adzab, seperti yang terjadi pada kaum ‘Ad.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

Apabila Rasulullah melihat mendung gelap atau angin ribut, kelihatan perasaan takut di wajah beliau. Saya bertanya, “Ya Rasulullah, banyak orang ketika melihat mendung, mereka senang, berharap sebentar lagi turun hujan. Sementara anda, ketika melihat mendung, nampak di wajah anda suasana tidak nyaman.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,


يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّى أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ ، وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا (هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا)

Wahai Aisyah, saya khawatir, mendung ini membawa adzab, yang dulu ada orang diadzab dengan angin kencang. Kaum itu ketika melihat mendung berisi adzab, mereka mengatakan, “Awan ini akan menurunkan hujan untuk kami.”(HR. Bukhari 4829)
Seperti ini pula yang diingatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana. Beliau sampaikan kepada para sahabat, bahwa itu bagian dari tanda kekuasaan Allah. Agar kita semakin mengagungkan Allah dan semakin takut kepada-Nya. Inilah yang menjadi alasan mengapa kita dianjurkan melakukan shalat gerhana, dan banyak berdzikir kepada-Nya.

firman Allah SWT :


وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ


Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganla kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37)

Dari al-Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

“Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).” (HR. Bukhari 1043 dan Muslim 2147)
Hadirkan perasaan takut kepada Allah ketika terjadi gerhana…
Bukan sebatas semangat untuk mengabadikannya dalam kamera.

Karena gerhana bukan semata fenomena alam. Namun tanda kekuasaan Sang Pencipta agar kita semaki takut kepada-Nya.

Anjuran ketika menemui Gerhana Matahari

1. Berdoa kepada Allah, memperbanyak takbir, shalat Gerhana , dan bersedekah


أَنَّ النَّبِيَّ لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا


Dari Aisyah ra berkata,"Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim)

2. Memperbanyak Istighfar



عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ


Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.”
3. Membebaskan Budak



عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ
أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَتَاقَةِ فِي كُسُوفِ الشَّمْسِ
تَابَعَهُ عَلِيٌّ عَنْ الدَّرَاوَرْدِيِّ عَنْ هِشَامٍ


dari Asma’ binti Abu Bakar berkata: “Nabi memerintahkan untuk membebaskan budak ketika terjadi gerhana matahari”. Hadits ini dikuatkan pula oleh ‘Ali dari Ad-Darawardiy dari Hisyam. (HR. BUKHARI – 2335 )

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَثَّامٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ كُنَّا نُؤْمَرُ عِنْدَ الْخُسُوفِ بِالْعَتَاقَةِ


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar telah menceritakan kepada kami ‘Atstsam telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Fathimah binti Al Mundzir dari Asma’ binti Abu Bakar berkata: “Kami diperintahkan untuk membebaskan budak ketika terjadi gerhana matahari.” (HR. BUKHARI – 2336)
Allahu a’lam.
Sumber : Dari berbagai sumber




Read More