Halaman

penting nya berilmu sebagai sumber idiologi



Creamlin Blog. Pentingnya berilmu sebagai sumber idiologi. Dengan ilmu yang lurus maka sesorang akan berpaham atau memiliki idiologi yang benar terutama yang sesuai dengan Alqur'an dan Hadits dan pemahaman para salafushaleh. 

Kesalahan pemahaman ilmu dan idiologi harus diluruskan dengan idiologi dan ilmu yang benar sebagaimana yang terjadi pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib dengan kelompok khawarij 

Di masa khalifah rasyidin terakhir, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, muncul sekelompok kaum muslimin yang menolak kesepakatan antara Ali dengan Muawiyah. Dalam posisi ekstrim, mereka mengkafirkan semua sahabat yang berpihak di kubu Ali maupun Muawiyah. Jadilah mereka kubu ketiga. Itulah kelompok khawarij.

Mereka bukan orang munafik. Mereka bukan orang yang malas beribadah. Sebaliknya banyak diantara mereka yang hafal Al-Quran. Dan hampir semuanya menghabiskan waktu malamnya hanya untuk membaca Al-Quran, berdzikir dan tahajud.

Peristiwa tahkim, kesepakatan damai antara Ali dengan Muawiyah radhiyallahu ‘anhuma, yang diwakilkan kepada dua sahabat Abu Musa Al-Asy’ari dan Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, menjadi pemicu sebagian masyarakat yang sok tahu dengan dalil untuk mengkafirkan Ali bin Abi Thalib. Karena peristiwa ini, pada saat Ali bin Abi Thalib berkhutbah, banyak orang meneriakkan:



لَا حُكْمَ إِلَّا لِلَّهِ


“Tidak ada hukum, kecuali hanya milik Allah.”

Mereka beranggapan, Ali telah menyerahkan hukum kepada manusia (Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu)

Mendengar celoteh banyak orang yang memojokkan beliau dengan kalimat di atas, Ali hanya memberikan komentar:


كَلِمَةُ حَقٍّ أُرِيدَ بِهاَ بَاطِل



“Kalimat yang benar, namun maksudnya batil”

Ali bin Abi Thalib tidak mengingkari kalimat tersebut. Tapi beliau menyalahkan tafsir yang menyimpang dari mereka yang sok tahu dengan dalil (Khawarij). [Simak Huqbah min At-Tarikh, Syaikh Utsman Al-Khamis, hlm. 122 – 124]

Terjadilah perang ideologi antara Ali bin Abi Thalib dengan orang Khawarij. Masing-masing membawa dalil. Bagaimana politik Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib?

Bukan pedang yang maju lebih dulu. Beliau juga tidak membentuk pasukan khusus untuk memberangus mereka. Tidak juga ada badan intelegen untuk mengintai mereka. Tapi, Ali mengajak mereka untuk untuk berdialog. Meluruskan kesalah-pahaman tentang Al-Quran yang mereka yakini. Ideologi dilawan dengan ideologi.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (no. 656), dari Abdullah bin Syaddad. Dalam riwayat yang panjang itu diceritakan: 


فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ , فَخَرَجْتُ مَعَهُ حَتَّى إِذَا تَوَسَّطْنَا عَسْكَرَهُمْ قَامَ ابْنُ الْكَوَّاءِ فَخَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ: يَا حَمَلَةَ الْقُرْآنِ إِنَّ هَذَا عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ , فَمَنْ لَمْ يَكُنْ يَعْرِفُهُ فَأَنَا أَعْرِفُهُ مِنْ كِتَابِ اللهِ , هَذَا مَنْ نَزَلَ فِيهِ وَفِي قَوْمِهِ {بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ} [الزخرف: 58] , فَرُدُّوهُ إِلَى صَاحِبِهِ , وَلَا تُوَاضِعُوهُ كِتَابَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ: فَقَامَ خُطَبَاؤُهُمْ فَقَالُوا: وَاللهِ لَنُوَاضِعَنَّهُ كِتَابَ اللهِ , فَإِذَا جَاءَنَا بِحَقٍّ نَعْرِفُهُ اتَّبَعْنَاهُ , وَلَئِنْ جَاءَنَا بِالْبَاطِلِ لَنُبَكِّتَنَّهُ بِبَاطِلِهِ , وَلَنَرُدَّنَّهُ إِلَى صَاحِبِهِ , فَوَاضَعُوهُ عَلَى كِتَابِ اللهِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ , فَرَجَعَ مِنْهُمْ أَرْبَعَةُ آلَافٍ , كُلُّهُمْ تَائِبٌ


Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengutus Abdullah bin Abbas. Akupun (Abdullah bin Syaddad) ikut bersama beliau. Setelah kami sampai di tengah-tengah pasukan mereka, datanglah Ibnul Kawa’ (gembong khawarij), dan berceramah:

“Wahai para ahli Al-Quran, inilah Abdullah bin Abbas. Siapa yang belum mengenalnya, sungguh saya telah mengenalnya dari Al-Quran. Dia adalah orang, dimana Allah menurunkan ayat tentang dirinya dan kaumnya,


بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

“Mereka adalah orang yang suka berdebat (ngeyel).”(QS. Az-Zukhruf: 58).

Usir dia untuk kembali ke temannya (Ali) dan jangan diajak diskusi tentang kitab Allah.”

Namun tokoh khawarij lainnya bersikap sebaliknya, mereka mengatakan: “Demi Allah, sungguh kami akan berdiskusi dengannya tentang kitab Allah. Jika dia datang dengan membawa kebenaran yang kami kenal maka kami akan mengikutinya. Tapi jika dia datang dengan membawa kebatilan, akan kami lemparkan dia dengan kebatilannya, dan kami usir kembali ke temannya (Ali bin Abi Thalib).

Merekapun berdiskusi dengan Ibnu Abbas tentang Al-Quran selama tiga hari (untuk mencari titik tengah mengenai peristiwa tahkim), akhirnya ada 4000 orang diantara mereka yang insaf, dan semuanya bertaubat. (HR. Ahmad, Tahqiq Ahmad Syakir, no. 656 dan beliau mengatakan: Sanadnya shahih).


Sumber : Creamlin Blog
Referensi : Konsultasi Syariah .com
Read More

Larangan Berbangga dengan Ormas tertentu


Creamlin Blog. Larangan berbangga dengan Ormas tertentu merupakan topik yang menarik untuk diangkat. Karena hal ini fenomena yang ada di sekitar kita sebagai contoh saja ormas islam yang besar di Indonesia adalah Muhamadiyah dan NU. Sehingga ada anggapan jika imam nya orang Nu gak syah sholat nya ataupun sebaliknya.

Perlu menjadi catatan dalam masalah amal ibadah selama dalam penunaiannya memenuhi syarat dan rukunnya maka insyaAllah syah. Sebagaimana kaidah masyhur  terkait masalah shalat jamaah. kaidah itu menyatakan:
من صحت صلاته صحت إمامته
“Orang yang shalatnya sah, maka shalat dengan bermakmum di belakangnya juga sah”
Oleh karena itu, selama sang imam shalat adalah orang yang aqidahnya lurus, tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan syahadatnya batal, alias masih muslim, syarat, rukun, dan wajib shalat dikerjakan maka shalatnya sah. Meskipun ada perbedaan pendapat antara imam dan makmum dalam masalah rincian shalat.
Kita akui dalam masalah fikih shalat, ada beberapa perbedaan antara Muhammadiyah dengan NU. Bahkan tidak hanya dua organisasi ini. Perbedaan ini juga terjadi antar-madzhab dalam fikih. Kendatipun demikian, shalat mereka tetap sah, selama syarat, rukun dan wajib shalat terpenuhi.
Akan menjadi ancaman bagi umat islam jika terlalu berbangga dengan ormas atau golongan tertentu. Karena menjadi Larangan berbangga dengan Ormas Tertentu yang membuat perpecahan dikalangan umat islam. Hal ini pernah terjadi di masa Rasulullah SAW

Suatu ketika pernah terjadi perselisihan diantara Muhajirin dan Anshar. Suatu ketika ada orang Anshar yang tersakiti hatinya oleh sikap orang Muhajirin. Diapun marah besar, kemudian memanggil teman-teman Anshar: “Wahai masyarakat Anshar..!!” Spontan orang Muhajirin langsung memanggil temannya juga: “Wahai masyarakat Muhajirin..!!” Mendengar teriakan-teriakan itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung keluar menyelai:
مَا بَالُ دَعْوَى الجَاهِلِيَّةِ
Apa yang kalian lakukan denagn meneriakkan nama kelompok kalian…
Beliaupun diberi tahu, bahwa ada orang Muhajirin dan Anshar yang saling memukuli pantatnya. Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
دَعُوهَا فَإِنَّهَا خَبِيثَةٌ
Tinggalkan teriakan itu, karena itu sesuatu yang buruk.” (HR. Bukhari 4905 dan Muslim 1059)
Selanjutnya kita perlu mewaspadai segala godaan setan yang hendak memecah belah umat. Kita jadikan usaha dakwah kita untuk mengagungkan nama Allah, bukan untuk membesarkan organisasi dan kelompok.

Sumber : Creamlin Blog
Referensi : berbagai sumber
Read More

Benar Nabi Muhammad SAW dijamin Masuk Surga


Creamlin Blog. Ada pernyataan seorang ustad di TV yang memberikan pernyataan bahwa bahwa Nabi Muhammad SAW Tercinta tidak dijmin masuk surga dengan beralasan hadits ini

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ لا يُدْخِلُ أَحَدًا الجَنَّةَ عَمَلُهُ

قَالُوا: وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ»

“Tidak ada seorangpun yang dimasukan surga oleh amalnya.”
Para sahabat bertanya, “Termasuk anda, wahai Rasulullah?”

“Termasuk saya, hanya saja Allah meliputiku dengan ampunan dan rahmatnya.” (HR. Bukhari 6467, Ahmad 15236).


Menurut hemat penulis hal ini merupakan pemahaman yang tidak benar bagaimana tidak, Nabi SAW pada hadits ini ingin mengajarkan kepad kita bahwa dilarang untuk berbangga terhadap amal yang sudah dikerjakan. Karena amal yang dilakukan seyogyanya dilakukan untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.

Sangat banyak dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dijamin masuk surga. Baik dalil al-Quran maupun hadis. Berikut diantaranya,

Firman Allah,


إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2) وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا


Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) kemenangan yang nyata, Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). (QS. Al-Fath: 1 – 3).


Allah memberi jaminan mengampuni semua dosa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah lewat dan yang akan datang. Jaminan ini diberikan oleh Allah ketika beliau masih hidup, bersamaan dengan Allah berikan kepada beliau kemenangan yang nyata.

Allah juga berfirman,

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا


Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui. (QS. An-Nisa: 69 – 70)


Berdasarkan ayat ini  siapapun yang termasuk nabi, dia dijamin masuk surga karena mereka sudah dijamin mendapatkan kenikmatan . Tentu saja Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk di dalamnya, karena beliau nabi terbaik.

Allah SWT juga memberikan telaga kautsar disurga sebagai bukti bahwa Rasulullah sudah dijamin sebagaimana Nya

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ


”Sesunguhnya Aku berikan kepadamu al-Kautsar.”



Mengenai tafsir al-Kautsar, disebutkan dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun dari tidur sambil tersenyum.


‘Apa yang membuat anda tertawa, wahai Rasulullah?’ tanya kami.

“Baru saja turun kepadaku satu surat.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat al-Kautsar hingga selesai.

”Tahukah kalian, apa itu al-Kautsar?” tanya Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam.

”Hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu.” Jawab kami.


Kemudian beliau bersabda,

فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّي فِي الْجَنَّةِ، آنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْكَوَاكِبِ


“Itu adalah sungai, Allah janjikan untuk diberikan kepadaku di Surga. Jumlah gayungnya sebanyak bintang..” (HR. Muslim 400, Ahmad 11996, Nasai 904, Abu Daud 784, dan yang lainya )

Hadits Rasulullah SAW Dijamin Masuk Surga 

Dari Said bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

النَّبِيُّ فِي الْجَنَّةِ، وَأَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ، وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ، وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ، وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ…

Nabi di surga, Abu Bakr bin surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga….” (HR. Ahmad 1631, Abu Daud 4649, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ اليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا» وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى


“Saya bersama orang yang nanggung anak yatim di dalam surga seperti ini.”

Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah. (HR. Bukhari 6005, Abu Daud 5150, dan yang lainnya)



Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّهُ لا يُدْخِلُ أَحَدًا الجَنَّةَ عَمَلُهُ

قَالُوا: وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ»


Tidak ada seorangpun yang dimasukan surga oleh amalnya.”

Para sahabat bertanya, “Termasuk anda, wahai Rasulullah?”

“Termasuk saya, hanya saja Allah meliputiku dengan ampunan dan rahmatnya.” (HR. Bukhari 6467, Ahmad 15236).


Hadis ini kebalikan yang dipahami oleh ust tersebut  bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendapatkan jaminan surga, karena Allah meliputi beliau dengan ampunan dan rahmatnya, yang dengan nya beliau pasti dijamin masuk surga.

Sumber : creamlin blog
Referensi : Ceramah ust bunya yahya dan Konsultasisyariah.com
Read More

Bolehkah Aqiqah anak setelah hari ketujuh ?


Creamlin Blog. Bolehkah Aqiqah anak setelah hari ketujuh, karena tidak mampu melakukan dan keterbatasan ekonomi. 

Menjadi kaedah dalam beribadah adalah adanya nash perintah yang menunjukan hal tersebut. Berikut penjelasan tentang Bolehkah Aqiqah setelah hari ketujuh. Semoga menjadi salah satu referensi bagi orang tua yang belum memiliki kemampuan untuk Aqiqah anak tercinta.

Sudah menjadi sunnah dalam islam, syariat Aqiqah sebagaimana Hadits dari Rasulullah Shallallahu alahi wasallam

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى


Setiap anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh (dari kelahirannya), ia dicukur dan diberi nama [HR Abu Dâud rahimahullah dan dinilai shahih oleh al-Albâni rahimahullah dalam Irwâ’ul Ghalîl no. 1169].

Pada dasar nya Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah berupa anak. Permasalahannya adalah ketika kemampuan melakukannya baru bisa dihari lain juga diperbolehkan sebagaimana hadits  Sulaiman bin Amir Radhiyallahu anhuma

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى


Bersama anak bayi ada aqiqah, sehingga sembelihlah sembelihan dan hilangkan gangguan darinya (mencukurnya). [HR al-Bukhâri no. 5049].


Dalam madzhab Hambali dan pendapat ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma dan Ishâq bin Rahawaih rahimahullah dinyatakan bahwa bila tidak bisa disembelih pada hari ketujuh, maka boleh disembelih pada hari keempat belas dan bila tidak bisa maka disembelih pada hari keduapuluh satu. Apabila disembelih sebelumnya atau sesudahnya juga sah karena tujuan penyembelihan terwujud dengannya.

Adapun madzhab Syafi’iyah menegaskan bahwa aqiqaah tidak gugur dengan sebab tertunda, namun disunnahkan untuk tidak menunda penyembelihan aqiqah hingga memasuki usia baligh. [lihat al-Mughni 9/364 cetakan Darul Fikr].

Sumber : creamlin blog seputar catatan mas ahya
Referensi : Nabawi TV, konsultasisyariah.com
Read More

Merugilah yang tidak memiliki Niat Mati Syahid


Creamlin Blog . Kesempatan kali ini akan berbagi betapa penting nya memiliki memiliki niat untuk mati syahid ketika ahir hayat nya. Karena merugilah yang tidak memiliki Niat Mati Syahid
 Perlu kita ketahui bahwa syahid itu tidak semata_semata hanya berperang melawan orang kafir seperti yang sudah kita ketahui. Meskipun pada hakikinya mati Syahid yang utama ditujukan kepada yang gugur di medan perang dalam rangka menegakkan Agama Allah SWT. 
Jika Syahid hanya diartikan gugur dimedan tentu akan memunculkan kelompok_kelompok yang akan membuat kekacauan. 
Karena Rahmat Allah SWT atas umat ini kita bisa mendapatkan fasilitas syahid ini berikut adalah dalil nya semoga memberikan semangat untuk syahid
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah syahid menurut kalian?”
‘Orang yang mati di jalan Allah, itulah syahid.’ Jawab para sahabat serempak.
“Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku hanya sedikit.” Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
‘Lalu siapa saja mereka, wahai Rasulullah?’ tanya sahabat.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammenyebutkan daftar orang yang bergelar syahid,
مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).
Dalam hadis lain, dari Abdullah bin Amrradhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid.” (HR. Bukhari 2480).
Dalam hadis lain dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
“Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.”(HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan Al-Albani).
Ketika mejelaskan hadis daftar orang yang mati syahid selain di medan jihad, Al-Hafidz Al-Aini mengatakan,
فهم شُهَدَاء حكما لَا حَقِيقَة، وَهَذَا فضل من الله تَعَالَى لهَذِهِ الْأمة بِأَن جعل مَا جرى عَلَيْهِم تمحيصاً لذنوبهم وَزِيَادَة فِي أجرهم بَلغهُمْ بهَا دَرَجَات الشُّهَدَاء الْحَقِيقِيَّة ومراتبهم، فَلهَذَا يغسلون وَيعْمل بهم مَا يعْمل بِسَائِر أموات الْمُسلمين
“Mereka mendapat gelar syahid secara status, bukan hakiki. Dan ini karunia Allah untuk umat ini, dimana Dia menjadikan musibah yang mereka alami (ketika mati) sebagai pembersih atas dosa-dosa mereka, dan ditambah dengan pahala yang besar, sehingga mengantarkan mereka mencapai derajat dan tingkatan para syuhada hakiki. Karena itu, mereka tetap dimandikan, dan ditangani sebagaimana umumnya jenazah kaum muslimin.” (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128).
Sumber artikel : Creamlin Blog by Seputar catatan Mas Ahya
Referensi : konsultasisyariah.com

Read More

Pacaran sama saja hancurin Hidup I Nasehat ust Yusuf Mansur


Creamlin Blog. Zina itu pangkal kegelapan dan kesengsaraan hidup didunia dan akherat. Pacaran itu juga salah satu jalan zina yang bisa mengantarkan seorang manusia menuju zina besar. coba kita liat kengerian akibat zina di dunia dan akhirat?  orang tua pun bisa mendapat akibat siksa atas zina pacaran yang dilakukan anak nya

Nah ini catatan Creamlin blog atas Transkrip Ceramah ust Tusuf Mansur betapa ngeri, jeleknya akibat Zina. Semoga bisa jadi pelajaran untuk kita semua

Hati-hati ye, Mahasiswa-mahasiswi ye, jangan sampai pingin sekolah tinggi, nikahnya telat, tapi, udah main-main. Hancur hidup ente! Anak muda itu, kalau sudah berzina, hancur hidupnye! Bener! Kalau ente pingin tahu bagaimana rasanya dihancurin Allah, berzina aja. Iya! Biar tahu rasanya kayak apa. Makanya, jangan macem-macem. Kalau jadi mahasiswa atau mahasiwi, yang baik-baik. Kalau emang pacaran, pakai sarung tinju. Jadi gak sempat pegangan. Kalau emang naik motor berdua sama pacar, pakai triplek.

Bener-bener, nih. Jaga betul, jaga betul. Sebab, nih ya, anak-anak sekarang ini kelakuannya masya Allah, contohnya televisi. Contohnya televisi. Jadi, pegangan tangan sudah tidak apa-apa. Cium pipi kanan-pipi kiri; gak apa-apa. Padahal, bahayanya itu na’udzubillah…

Itu kalau laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim pegangan tangannya, ibunya itu-nanti di dalam kubur-dibawain batu neraka oleh malaikat Zabaniyah. Lah, malaikat Zabaniyah kan tempatnya di neraka, tapi bisa naik tuh ke kuburan (seraya) membawa kerikil. Kerikil (tersebut) sudah dipanasin di neraka berjuta-juta tahun. Kerikil tersebut diletakkan di telapak tangan ibunya, lalu si ibu disuruh menggenggam. Gara-gara menggenggam batu tersebut, ubun-ubun (otak) ibunya hancur. Itu merupkan siksa yang paling rendah bagi seorang ibu (orang tua) jika anaknya berzina.

Makanya, Bu, penting ngasih tahu ke anak, “Sini, nak. Kamu sayang atau tidak sama Emak? Kalau sayang, jangan sampai kamu dipegang oleh orang lain, kecuali suami kamu nanti.”
Bener itu!

Nah, kalau si anak benar-benar berzina, (siksanya) lebih kejam lagi.
Ibu-ibu yang sudah di alam kubur, malaikat Zabaniyah itu naik (ke alam kubur) dengan membawa tombak enam belas mata. Tombak tersebut dihujamkan ke tubuh si mayit (yang anaknya berzina). Hal itu merupakan balasan kepada orang tua karena tidak mendidik anak hingga sampai berzina.

Ibu (yang di alam kubur) bisa mengutuk si anak, “Gak ridha saya. Anak saya mempersembahkan perbuatan buruk!”

Kutukan ibu di alam kubur itu yang membuat si anak hidup susah di dunia sehingga; mencari kerja gak ketemu, begitu kerja tidak cukup, ketika usaha berhutang.

Itu, jawabannya cuma satu; tuubuu illallah, bertaubat kepada Allah.

Serem. Serem. Makanya, jangan main-main! Jangan pacaran! Gak ada judulnya pacaran. Gak ada! Pacaran islami, gak ada! Gak ada pacaran islami! Bener! Gak ada!
Subhanallah deh… Mendingan kita sehat dan selamat daripada urusannyaribet.
Nah, orang-orang ini sekarang sudah tidak belajar urusan ribet. Yang dipelajari hanya urusan enak, tapi urusan ribet tidak dipelajari.

Mudah-mudahan jadi ingetan. Jadi, pas mau dipegang sama pacarnya, (si anak akan bilang), “Maaf, Bang. Gak, Bang. Ntar daripada Emak ane susah. Jadi, kalau Abang mau, lamar aja, Bang.”
Se

Semoga anak kita dan keluarga kita terhindar dari fitnah Zina. Aamin
Sumber
Read More

keuntungan sesuai dengan resiko yang diambil


Assalamualaikum pembaca creamlin blog yang budiman. Ternyata keutungan sesuai dengan resiko yang diambil. Jika kita berpikir kok gak untung ya...?
Berarti resiko nya kita ambil tidak selaras dengan keuntungan sebagaimana pemaparan kaedah berikut ini.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

وَلاَ رِبْحُ مَا لَمْ يُضْمَنْ

“Tidak boleh ada keuntungan tanpa menanggung resiko kerugian.” (Ahmad 6831, Nasa’i 4647, dan dishahihka al-Albani)

Kemudian hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْخَرَاجُ بِالضَّمَانِ

“Hasil keuntungan itu sebagai ganti dari resiko yang dia tanggung.” (Ahmad 24956, Nasai 4507, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada sahabat yang membeli budak. Setelah dipekerjakan beberapa hari, pembeli melihat ada cacat di budaknya, yang tidak diceritakan oleh penjual. Akhirnya dia-pun mengembalikan budak ini ke penjual. Tapi pihak penjual tidak mau menerimanya, kecuali jika pembeli mambayar nilai sewa budak yang telah dipekerjakan di tempat pembeli selama beberapa hari.

Akhirnya keduanya mengadukan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau memutuskan, penjual harus menerima pengembalian karena cacat itu, dan pembeli tidak berkewajiban bayar biaya sewa.

Penjual belum merasa puas dengan keputusan ini, sampai mengatakan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدِ اسْتَغَلَّ غُلاَمِى

“Ya Rasulullah, dia telah menikmati ‘hasil’ dari budakku.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

الْخَرَاجُ بِالضَّمَانِ

“Hasil itu berbanding dengan tanggungan resikonya.” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Dengan jawaban ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memenangkan pembeli. Pembeli tidak berkewajiban bayar nilai sewa, karena selama budak itu ada di tangannya, keselamatan budak itu menjadi tanggung jawabnya. Karena itu, sebagaimana dia menanggung resiko keselamatan itu budak, dia juga berhak menikmati hasil dari budak itu. Hasil yang dia nikmati, terbayarkan dengan resiko yang menjadi tanggung jawabnya.

Sumber : pengusahamuslim.com o
Read More

Siapa yang cinta Tuhannya angkat tangan I Kisah Abdullah Banimah


Bismillah kesempatan kali ini Creamlin Blog akan berbagi kisah inpiratif siapa yang cinta Tuhannya angkat tangan sebuah kisah nyata Abdulah Banimah yang syarat akan nasehat untuk kita semua.
Seorang laki lemah yang hanya bisa duduk ditengah tengah orang kemudian ia berkata : 
" Sungguh aku akan menanyakan sesuatu untuk kalian..
Bukankah aku ini salah seorang teman kalian, benarkah demikian ?
“Iya…” jawab orang-orang itu
“Apakah kalian menyayangi aku dalam kondisi seperti ini?” [Hanya duduk tak berdaya] tanya pria ini..
Semua orang diam membisu.. kemudian ia ulangi lagi
“Apakah kalian menyayangiku dalam kondisi seperti ini…”…
Lalu orang-orang melihatnya, dan mengatakan,“Ya… kami menyayangimu saudaraku..”
Keadaan semakin lengang… lelaki ini melihati satu persatu orang disekelilingnya..
“Dan aku, Demi Allah, Dialah yng menjadi saksiku..Aku juga menyayangi kalian.. tetapi mungkin orang berbeda pemahaman tentang cinta saya kepada kalian atau cintanya kalian kepada saya.”
Suasana  menjadi tambah hening…
“Ohya.. aku ingin menanyai kalian lagi……
Apakah kalian mencintai Allah?” Tanya lelaki ini…
“Iya, kami mencintai-Nya..” jawab mereka..
Kemudian lelaki ini mengatakan,
“Tentu semua orang akan mencintainya, benarkan? Tidak ada yang menyangkalnya…
Aku bertanya kepada kalian, Demi Allah..untuk siapa-siapa yang mencintai Allah dengarlah ucapanku!!
Jika kalian mencintai Allah, angkatlah tanganmu.. Jika kalian mencintai Allah, angkatlah tanganmu!!”
Semua orangpun mengangkat tangannya…
“Ya Allah….” ucap lelaki itu dengan lirihnya…
“Semua orang sudah mengangkat tangannya karena cinta kepada Allah… jazakumullah khairan [Semoga Allah memberi kalian balasan kebaikan]
Allah telah menyaksikan kalian, dan melihat cinta dalam hati kalian sebelum tangan-tangan kalian..
Tetapi.. apakah kalian tidak melihat sesuatu yang mengganjal?”
Semuanya masih terdiam tanda tanya.. lalu lelaki ini melanjutkan,
“Apakah kalian tidak melihat sesuatu? coba lihatlah aku !!!
Semua telah mengangkat tangannya, benarkan?
Tetapi…
Apakah aku bisa mengangkat tanganku?”
Kemudian lelaki ini terisak-isak…“Aku tadi menanyakan kalian ‘jika kalian mencintai Allah angkatnya tanganmu’. Tetapi ternyata aku tidak bisa mengangkat tanganku.. apakah aku berarti tidak mencintai-Nya?
Menangislah lelaki ini bersama dengan orang-orang sekelilingnya…
“Tahukah kalian siapa yang yang mencegahku tidak bisa mengangkat tangan ini?
Dialah Allah yang mencegahku mengangkat tangan, dan Dia-lah juga yang membuat kalian bisa mengangkat tangan itu.
Tahukah kalian, dulu waktu aku sehat menggunakan tangan ini untuk kemaksiatan dan kenakalan. Hingga Allah menghukumku, dan aku terkena musibah seperti ini..aku lumpuh total, dan tangankupun tidak bisa ku gerakkan apalagi mengangkat tangan…
Apakah kalian mau menunggu tangan kalian sepertiku?”
Gunakanlah tangan Anda ini untuk kebaikan, selagi Allah masih memberi kesehatan dan mengizinkan tangan Anda untuk melakukan aktifitas…..
Inilah kisah Abdullah Banimah ketika masih sehat
Sebelum lumpuh total dia dulu anak bandel, pernah suatu kali oleh orang tuanya dilarang merokok, tapi dia tetap merokok dan ketahuan. Ketika di tanyai orang tuanya, dia malah membentak dng suara tinggi..
“Demi Allah aku tidak merokok”
Lalu lepaslah doa dari ayahnya maka ia berkata: “Jika kamu berdusta, semoga Allah mematahkan lehermu.”
Suatu hari ketika dia berenang bersama teman-temannya di laut. Selesai berenang di laut, mereka pergi ke kolam renang dekat pantai. Kolam renang masih dalam keadaan tertutup. Mereka memanjat pagar dan masuk ke kolam renang. Lalu Abdullah Bani’mah melompat, tapi qararullah setelah masuk ke air dia tidak muncul beberapa menit, teman-temannya bingung. Setelah diangkat dia dalam keadaan lemas, dan sekarat…
Ketika dalam kondisi sekarat inilah ia melihat plasback semua amal baik dan buruk yang menjadi motifasi untuk beramal sholeh
Lalu dia dibawa ke RS. King Fahd, dan diagnosa lumpuh total… 
Sumber Artikel: fariqgasimanuz.wordpress.com
kisahmuslim.com, pengusahamuslim.com
Read More

Doa ketika Rezki Sempit



Bismillah kesempatan kali ini Creamlin blog akan berbagi tentang Doa ketika Rezki lagi Sempit. Mengingat setiap orang pernah mengalami masa sempit rezkinya. Berikut doanya

قال الإمام الطبراني رحمه الله في معجمه الكبير :

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ بن أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن زِيَادٍ الْبُرْجُمِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بن مُوسَى، حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، عَنْ زُبَيْدٍ، عَنْ مُرَّةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: ضَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَرْسَلَ إِلَى أَزْوَاجِهِ يَبْتَغِي عِنْدَهُنَّ طَعَامًا، فَلَمْ يَجِدْ عِنْدَ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ، فَقَالَ:اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لا يَمْلِكُهَا إِلا أَنْتَ، فَأُهْدِيَتْ إِلَيْهِ شَاةٌ مَصْلِيَّةٌ، فَقَالَ:هَذِهِ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ، وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ الرَّحْمَةَ.
Dari Murrah dari Abdullah bin Mas’ud, “Nabi mendapatkan tamu. Beliau lantas mengutus seseorang untuk menemui para isteri beliau barang kali ada yang punya makanan namun ternyata tidak ada satu pun isteri beliau yang punya makanan yang bisa disuguhkan kepada tamu Nabi. Nabi lantas berdoa yang artinya “Ya Allah aku memohon kepada-Mu akan sebagian karunia-Mu dan rahmat-Mu karena sesungguhnya tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau”.
Tak lama setelah itu beliau mendapatkan daging kambing panggang. Nabi lantas berkomentar, “Ini adalah sebagian dari karunia-Nya. Kami sedang menunggu rahmat-Nya”.
Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam al Hilyah dan Thabrani dalam al Mu’jam al Kabir.

Al Haitsami mengatakan, “Diriwayatkan oleh Thabrani dan para perawinya adalah perawi kitab shahih selain Muhammad bin Ziyad al Burjumi dan dia adalah perawi yang tsiqoh. Al Albani dalam Silsilah Shahihah no 1543 mengatakan, “Sanadnya menurutku shahih”. Dalam Shahih al Jami’ no 1278 al albani juga mengatakan ‘shahih’.


Hadits di atas diberi judul bab oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf sebagai berikut:


الرَّجُلُ يُصِيبُهُ الْجُوعُ أَوْ يَضِيقُ عَلَيْهِ الرِّزْقُ مَا يَدْعُو بِهِ .

Manakala seorang itu kelaparan atau mengalami kesempitan rizki bacaan doa seperti apa yang mesti dia ucapkan”.


Demikian aortikel Doa ketika Rezki lagi sempit yang dapat diamalkan semoga banyak memberikan manfaat


Sumber :

1. www.pengusahamuslim.com
2. 

Read More

Contoh Penipuan Online Media Sosial Yang terungkap Mas Ahya

Pada kesempatan kali ini Creamlin blog akan berbagi tentang Contoh Penipuan Online Media Sosial yang Terungkap MasAhya.

Tanggal 5 April inbok ke Akun Facebook yahya sehat unntuk minta bantuan untuk menerima dana milik nya peninggalan suami untuk disimpan diindonesia untuk diri nya dan putrinya. Berikut ini kronologi kejadiannya yang sudah di dokemenkan























Profile Pelaku penipuan  Facebooknya sebagai berikut



Catatan 

1. Kronologi kejadian ini sudah diketahui semenjak awal dan dapat dipastikan setelah mengirim data pasword milik pelaku namun agar menarik Mas Ahya mencoba memberikn kepercayaan untuk memberikan data agar kronogi dapat berjalan sehingga dapat menjadi informasi bagi pemirsa creamlin blog
2. Dari dialog yang atas nama bu sri dapat dcurigai bahwa pelaku adalah seorang laki yang menggunakan alamat palsu

Update : 
Penipu online kadang mengganti photo profile di akun nya agar tidak diketahui sebagai mana kasus an Sri Gustiningsih berikut 


Pertanggal 30 Mei 2018 memulai pergerakan penipuan nya dengan sistem yang unik yakni bonus pulsa sampai dengan 250.000 dengan menggunakan web kemudian di kirimkan ke no Telp yang sudah masuk ke data mereka berikut ini data nya

Ini pengirim pesan diidentifikasi karena kemiripan wajah  dengan histori di Facebook









Demikianlah Profesi penipuan semakin disesuaikan dengan zaman jadi jangan mudah terpengaruh dengan penawaran 

Read More

Doa Dapat Merubah Karakter Siswa Menjadi Lebih Baik

Di Blog Creamlin seputar catatan mas Ahya kali saya akan menceritakan kisah tentang Doa Dapat merubah Karakter siswa menjadi lebih baik.
Berawal dari kegiatan belajar mengajar di Sekolah, pergaulan dengan siswa ada hal yang menarik untuk dibagikan pemirsa Creamlin Blog.
Seperti biasa siswa siswi sekolah memiliki karakter yang beda-beda ada yang baik, cerdas dan Bandel yang membuat banyak guru berkata 'naudzubillah'. Demikian hal nya dengan siswa saya Mas Ahya ketika diberikan Tugas Rumah tidak dikerjakan, berbagai macam alasan

" anu pak anu pak"
 "lupa pak"
 "gak sempat".

Dan alasan yang lain. Pernah juga ketika diberi Hapalan doa untuk kebaikan mereka sendiri, senantiasa diremehkan,  belum lagi sikap diruangan yah seperti anak muda sekarang yang disunetron TV.

Sempat terucap doa yang tidak baik namun tentu guru yang baik tidak demikian, karena Guru yang baik menginginkan siswa nya menjadi baik. Teringat saya akan sebuat petuah dari Guru saya

"Jadilah kalian umat yang baik minimal seperti saya atau menjadi yang terbaik".

Siapa dikalangan masa sekolah saya yang tidak tahu beliau Allahuyarham KH. Abdul Fattah Majidy pendiri Pondok Pesantern Bina Islam Tanah Grogot / Tana Paser. Kadang kami mendengar disela pembukaan pengajian yang beliau isi atau doa setelah sholat beliau berdoa

"Ya Allah jadikanlah Santri saya menjadi santri yang baik dan sampai menjadi yang terbaik".

Demikianlah akhlak beliau menyikapi santri, siswa siswi beliau yang baik dan yang buruk perangai nya sampai kadang membuat beliau marah demikian juga yang saya lakukan main petak umpet untuk menghindari ketemu beliau.

Mengingat pesan beliau untuk  ber Doa Dapat Merubah Karakter Siswa Menjadi Lebih Baik, diselang waktu doa shalat saya mencoba mendoakan mereka

"Ya Allah jadikanlah siswa saya menjadi siswa yang baik dan jadikanlah mereka yang terbaik"

Setelah beberapa bulan berselang mendekati ujian Nasional sungguh ada venomena yang langka siswa yang bandel bisa menghargai guru nya, sikapnya sopan meskipun masih ada yang urak urakan namun masih ada terlihat perbaikan.

Melihat hal demikian termenunglah saya akan venomena ini, ternyata Doa Seorang Guru / Orang tua sangat efektif untuk membantu perkembangan anak didik / anak.

Sekali lagi mari janganlah kita kikir / pelit akan doa kebaikan untuk siswa / anak/ sesama kita. Tidak membutuhkan waktu yang banyak dan biaya.
 kikir / pelit akan doa kebaikan untuk siswa / anak/ sesama kita. Tidak membutuhkan waktu yang banyak dan biaya.

Read More